
Budidaya Tanaman Sawi Putih Pdf Writer
Budidaya sayuran sawi pdf Budidaya sayuran sawi pdf. Budidaya tanaman sayuran sawi putih Sebagian besar untuk sayuran, antara lain sawi, kacang panjang, bayam.
Petsai berbatang pendek hingga hampir tidak terlihat. Daunnya bulat panjang, kasar, berkerut, rapuh serta berbulu halus dan tajam. Urat (tulang) daun utamanya lebar dan berwarna putih. Rasa daun petsai masak lunak, sedangkan yang mentah agak pedas. Pola pertumbuhan daun mirip tanaman kubis.
Daun yang muncul terlebih dahulu menutup daun yang tumbuh kemudian hingga membentuk krop bulat panjang yang berwarna putih. Susunan dan warna bunganya pun seperti kubis. Biji petsai berwarna hitam kecoklatan dengan ukuran lebih kecil dari biji kubis (Sunarjono, 2007). Kebutuhan benih per hektare sekitar 200-250 g. M eny iapkan media se-maian berupa tanah sebanyak 2-3 bagian dan pupuk kandang matang sebanyak 1 bagian.
Campuran tanah dan pupuk kandang, selanjutnya dis aring menggunakan ayakan pasir, meny iapkan bumbungan semai, yakni semacam polibag tetapi ter-buat dari daun pisang. Kebutuhan bumbungan untuk persemaian 34.000-35.000 buah/ha. Siapkan tempat persemaian berupa bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 15-20 cm, yang dilengkapi dengan pembatas di sisi-sisinya. Pembatas ter-sebut dapat dibuat dari bilah bambu atau kayu.
Tempat persemaian harus terbuka, mudah diawasi dan jauh dari gangguan binatang peliharaan, seperti ayam, anjing dan kucing. Susun bumbungan di tempat bedengan persemaian sambil mengisi media semai kedalam bumbungan. Sehari sebelum penanaman benih, siram media semai di bumbungan hingga lembap (sampai di dasar bumbungan).
Tanam benih satu per satu di tengan media bumbungan secara berurutan dari ujung ke ujung agar tidak ada yang terlewat. Timbun permukaan media bumbungan dengan selapis media semai setebal 0,5 cm. Tutup bedengan persemaian dengan karung, daun pisang, atau plastik selama 3-4 hari (hingga tampak benih sudah mulai berkecambah). Tanaman perlu diberikan pupuk. Jenis pupuk yang diberikan adalah pupuk kandang atau kompos. Pupuk tersebut berfungsi untuk menyediakan hara organik bagi tanaman, memperbaiki struktur tanah, dan menahan air dalam tanah.
Perlu diperhatikan pula pupuk tersebut sudah tidak membusuk dan mengurangi lagi sehingga tidak menghasilkan panas, b ila unsur tersebut kurang dari kebutuhan tanaman, dapat diatasi dengan penambahan pupuk buatan, biasanya berupa nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Sumber N diperoleh dari ZA (20% N), urea (42% N).
Sumber P diperoleh dari TSP (45% P 2O 5), DS (45% P 2O 5), SP 36 (36%P 2O 5), atau Posfat alam (30% P 2O 5 dan 40% CaO). Sementara sumber K ialah KCL (50% K 2O) atau ZK (28%K 2O) (Sunarjono, 2007). Ulat yang berwarna cokelat sampai cokelat kehitaman ini menyerang tanaman kecil setelah ditanam di lahan. Serangan biasanya dilakukan pada malam hari, karena prilaku ulat ini takut sinar matahari. Pangkal batang tanaman yang masih sangat sukulen digerek hingga putus, menyebabkan tanaman mati karena sudah tidak memiliki titik tumbuh. Pencegahannya yaitu lakukan sanitasi lahan secara benar, termasuk pada galengan atau parit disekitar lahan.
Vghd programmers. Pem-berantasannya yaitu jika ditemukan gejala awal segera berantas dengan insektisida granul. Taburkan sedikit insektisida tersebut disamping pokok tanaman. Dosisnya 0,3—0,4 pertanaman atau 6 kg insektisida granul per hektare.
Ulat kecil berwarna hijau muda. Panjang tubuhnya sekitar 7-10 mm. Ulat ini suka bergerombol saat menyerang tanaman dan lebih menyukai pucuk tanaman. Akibatnya, daun muda dan pucuk tanaman berlubang.